Pupuk organik dan pupuk kimia memiliki karakteristik berbeda. Keduanya dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan tanaman, sifat tanah, dan rekomendasi pemupukan.

Pupuk organik

Pupuk organik berasal dari bahan organik yang diproses. Secara umum, penggunaannya dapat mendukung penambahan bahan organik pada tanah, tetapi kadar unsur haranya bisa bervariasi.

Pupuk kimia

Pupuk kimia atau anorganik umumnya diformulasikan dengan kandungan unsur hara tertentu, sehingga dosis dan komposisinya perlu disesuaikan dengan tanaman dan kondisi lahan.

Bagaimana memilih?

Gunakan informasi kebutuhan unsur hara tanaman, kondisi tanah, kualitas produk, serta petunjuk penggunaan. Uji tanah atau konsultasi dengan penyuluh pertanian dapat membantu menentukan pilihan.

Hal yang perlu dihindari

Hindari pemupukan berlebihan, pencampuran produk tanpa petunjuk, serta penyimpanan di lokasi yang tidak aman. Selalu gunakan perlindungan diri sesuai label.

Anda dapat menanyakan kategori pupuk organik dan kimia yang tersedia melalui WhatsApp resmi APS.